jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Warga Mengeluh, Pelabuhan Talango Sumenep Tak Ada Posko Pemeriksaan Covid-19

Jumat, 10 April 2020 | 3:59 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 434
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Warga Kecamatan Talango mengeluh lantaran di pelabuhan Kalianget-Talango tidak ada posko pemerikasaan virus corona atau Covid-19, sedangkan para perantauan dari berbagai daerah luar madura khusus yang dari kepualauan melakukan mudik melalui pelabuhan tersebut.

Dari hasil pantauan media Jurnalmadura.com, terlihat jelas tidak aanya pos pemeriksaan di Pelabuhan Talango, dan bahkan petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun aparat keamanan tidak ada di pelabuhan ini untuk memeriksa pemudik yang datang

Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir, karena rata-rata masyarakat yang merantau dari daerah zona mirah sehingga sangat berpotensi menularkan Covid-19.  

“Kami meminta Pemerintah mendirikan pos pemeriksaan di Pelabuhan Talango. Petugas juga harus berjaga dan melakukan pemeriksaan pemudik sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Pemudik dari Jakarta, Bali, Kalimatan dan Surabaya terus berdatangan dan lokasi-lokasi itu masuk zona merah,” kata Muhammad Siddik (60),tokoh masyarakat Desa Kombang, Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep, Jumat (10/04/2020).

Baca Juga:  Dinsos Sumenep Ajukan Penghapusan 4.300 Data Tidak Valid Penerima BST Pada Kemensos

Dia merasa khawatir para perantauan yang dari zona merah terjangkin Covid-19, karena kata Siddik hal itu sangat berbahaya karena penyakit ini bisa menular kepda siapapun dengan kasat mata. Maka seharusnya mendapatkan pemeriksaan awal hingga isolasi selama 14 hari petugas atau instansi terkait

“Tolong, di pelabuhan Talango ada pos pemeriksaan. Setiap orang dari luar daerah atau perantauan, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu hingga adanya isolasi,” harapnya

Pihaknya juga meminta, bagi masyarakat yang hendak pulang kampung  dilengkapi surat keterangan sehat dari instansi kesehatan tempatnya bekerja atau merantau. Sehingga nantinya mereka bisa diterima warga secara aman di kampung halamannya.

“Sebelum masyarakat menolak kedatangan perantauan dengan caranya sendiri, lebih baik pemerintah melakukan antisipasi. Salah satunya, kasih pos pemeriksaan, di pelabuhan, ” tandasnya,

Hingga berita ini dimuat, reporter jurnalmadura.com belum dapat konfirmasi resmi dari intasi terkait dan dari aparat Kepolisian Resort (Polres) Suemenep.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.