jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Aksi Gabungan PMII dan GMNI Sumenep  Tolak UU Omnibus Law Ciptaker  Berahir Bentrok Dengan Aparat

Monday, 12 October 2020 | 4:32 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 107

SUMENEP – Aksi Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Sumenep di depan Gedung DPRD setempat berakhir bentrok dengan aparat kepolisian

Kedatangan mahasiswa tersebut, todak lain hanya ingin menyampai penolakan terhadap disahkannya UU Cipta Kerja (Ciptaker) oleh DPR RI. Namun sayangnya, waktu aksi berlangsung massa aksi tidak ditemui oleh anggota dewan, lantaran didalam gedung DPRD Sumenep tersebut dalam keadaan kosong alias tidak ada anggota dewan satupun

Dengan hal itu, massa aksi PMII dan GMNI memaksa masuk  kedalam gedung, guna memastikan keberadaan anggota DPRD.  Namun, hak itu diwarnai dengan gesekan dan saling dorong antara mahasiswa dengan anggota dari Polres Sumenep yang mengamankan aksi

Kemudia massa aksi akhirnya kehikangan  kontrol dan mulai melemparkan batu ke arah anggota yang mengamankan jalannya aksi. Para mahasiswa yang terlibat aksi saling dorong dan lempar batu diamankan untuk keluar dari konsentrasi massa.

Para aparat Kepolisian bergerak dengan menggunakan alat pelindung diri berupa tameng dan merangsek hingga membuat mahasiswa dari gabungan dua organisasi itu lari kocar-kacir.

Baca Juga:  Menyimpan Obat Terlarang Di Rumahnya, Warga Kepanjin Sumenep Dibekuk Polisi

“Kami PMII bersama GMNI Sumenep menolak dengan tegas UU Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah di sahkan 5 Oktober lalu,” kata salah orator aksi dari PMII, di depan Gedung DPRD Sumenep, Senin (12/10/2020).

Kemudia menegaskan pengesahan UU Cipta Kerja tersebut, DPR dianggap tidak melihat kesengsaraan buruh. Namun, lebih kepada mementingkan Oligarki dan investor global.

“Kami sangat prihatin terhadap kondisi rakyat. Rakyat menangis dan mereka meminta kepada kami untuk menyampaikan aspirasinya yang telah di cederai oleh UU Cipta Kerja ini,” tambahnya.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak aparat kepolisian pasca ricuhnya demo PMII dan GMNI Sumenep tersebut. Juga belum diketahui pasti apakah ada korban jiwa dalam aksi demo kali ini.

Mamun untuk diketahui, ada beberapa massa aksi dari PMII dan GMNI Cabang sumenep, diaman oleh petugas kepolisian lanataran diduga sebagai provokator ricuhnya aksi tersebut.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.