jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Pedagang Urap-urap Yang Terlupakan, Begini Harapan Melly Sufianti, Anggota DPRD Sumenep

Rabu, 19 Januari 2022 | 4:00 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 649
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Melly Sufianti, salah satu anggota Legeslatif DPRD Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, menjadi pelanggan setia urap-urap (makanan khas sumenep), bahkan di tengah-tengah kesibukannya sebagai anggota Dewan, ia selalu menyempatkan datang menghampiri ibu Atimah, penjual asongan urap-urap yang biasa mangkal di depan Stadion Giling Sumenep.

Ditengah terik Matahari pagi itu, tepatnya, Minggu (16/1/2022) Melly bersua kembali dengan ibu Atimah tepat di trotoar depan stadion Giling, ia bercengkrama sambil mencicipi urap-urap ibu Atimah, sesekali tertawa lepas mendengar cerita lucu ibu Atimah.

“Saya memang sudah langganan urap-urap ibu Atimah, urap-urapnya enak banget,” kelakar Politisi Partai Hanura ini kepada awak media.

Melly merasa bersyukur masih bisa bercengkrama dengan para pedagang asongan, karena baginya jabatan ataupun harta hanya sebatas titipan, selebihnya, kita harus bisa bersyukur dan berbagi antar sesama, lebih-lebih kepada para pedagang seperti ibu Atimah.

“Ibu Atimah ini, cuman salah satu pedagang dari banyak pedagang di Sumenep, yang untuk kebutuhan sehari-hari nya tergantung dari hasil dagangannya, kita tidak bisa bayangkan kalau seharian dia jualan dan tidak laku, sedangkan di rumahnya banyak kebutuhan yang harus dipenuhi,” terang perempuan yang saat ini sedang menyelesaikan program Magister Administrasi Publik di kota Malang.

Lebih lanjut, Melly berharap, ditengah Pandemi yang tidak menentu kapan berakhirnya ini, Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah harus sering-sering turun ke lapangan, memantau kondisi kehidupan rakyatnya, memastikan keberlangsungan hidup rakyatnya, sehingga pemulihan ekonomi pasca Pandemi ini tepat sasaran.

Baca Juga:  Ditengah Pandemi Corona, ASN Sumenep Tidak Boleh Ambil Cuti Lebaran

“Seperti ibu Atimah ini, seharusnya Pemerintah hadir dan memastikan ekonomi keluarganya tetap terjaga, pemerintah harus membantu menopang modal para pedagang asongan seperti ibu Atimah ini, sehingga ia tidak khawatir kalau dagangannya tidak laku,” Harapnya

Selain membantu para Pedagang asongan ataupun pedagang kaki lima (PKL), Pemerintah harus mencari formula baru untuk membantu ekonomi para pedagang, karena kalau hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, itu tidak akan maksimal, bahkan mungkin bisa-bisa para pedagang kecil ini tidak tersentuh bantuan sama sekali.

“Saya khawatir, para pedagang kecil ini tidak tersentuh bantuan sama sekali, dimasukkan ke program BPRS kan bisa sebetulnya, nanti kita di komisi II akan mengevaluasi bantuan untuk para pedagang kecil seperti ibu Atimah ini, doakan saja semoga kita mampu memperjuangkan para pedagang kecil ini untuk terus eksis dan berkembang,” pintanya

Srikandi asli Sumenep ini juga berharap, pemerintah bisa membuat lahan permanen khusus kuliner Sumenep yang nantinya akan menjadi tempat wisata kuliner khusus PKL.

“Kalau ada tempat yang layak bagi PKL, itu kan bisa menjadi ikon kuliner Sumenep, bahkan akan lebih maksimal untuk menambah PAD Sumenep, tentunya dengan pengelolaan yang baik dan profesional,” terang Melly berharap. (Redaksi) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.