jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Oknum Polisi Pukuli Mahasiswa Saat Lakukan Aksi Susulan Di DPRD Sumenep

Selasa, 10 Maret 2020 | 5:08 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 516
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Lantaran tidak ditemui anggota Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep saat lakukan aksi, menyoal tentang alih lahan di daerah timur daya suemenep. Senin (09/03/2020) Kemarin sekitar pukul 10.00 Wib. Akhirnya Aliansi Pemuda Timur Daya (API), gelar demo susulan ke kantor perwakilan rakyat setempat.

Aksi susulan tersebut dimulai dari jam 17.00 – 18.00 Wib hari yang sama. pasalnya, saat aksi berlangsung di dalam kantor DPRD Sumenep, salah satu mahasiwa yang meruapan masa aksi dipukuli oleh salah satu oknum petugas kepolisian yang bertugas mengamankan aksi tersebut

“Disaat kami mulai beranjak keluar meninggalkan kantor Dewan tiba-tiba salah satu massa aksi yakni, Mohammad Nor dipukuli oleh tiga angota oknum polisi,” ungkap Abd. Basith Kordinator Lapangan (Korlap) pada media ini, Selasa (10/03/2020).

Melihat hal itu, sambung Basith, berusaha untuk melerai aksi pemukulan yang dilakukan oleh oknum kepolisian utu, akan tetapi pihaknya juga mengaku ikut menjadi korban pemukulan tersebut.

Baca Juga:  Gasper Minta Perketat Akses Masuk Pulau Madura

“Saya berusaha menarik, dan tiba-tiba anggota lainya berusaha memukuli saya sampai kacamata saya pecah dan tersungkur ke mubil dalam kondisi hujan,” tambahnya.

Dia juga merangkan bahwa, setelah kejadian itu masa aksi kocar kacir tak terkendali. Bahkan massa aksi tersebut diusir dari kamtor dewan oleh anggota petugas kepolisian dengan cara yang tidak manusiawi.

“Kami dipukuli dan diinjak-injak oleh petugas,” kata Basitt dengan nada kecewa.

Disamping itu, Mohammad Nor, massa aksi yang menjadi korban pemukulan, membenarkan bahwa dirinya dipukuli oleh tiga anggota oknum kepolosian saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Kantor Dewan Sumenep.

“Saya sangat menyayangkan dan merasa dirugikan oleh sikap petugas kepolisian yang memukuli saya, apa lagi saat saya menyanyikan lagu kebangsaan,” beberya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Kabupaten Sumenep, AKP Widiarti, tidak mmbenarkan kejadian tersebut,

“Itu tidak Benar Mas,” singkatnya pada media ini, saat di konfirmasi melalui sambungan Watshapnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.