jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Masker Langka Akibat Virus Corona, Polres Sidak Dua Apotek Di Sumenep

Kamis, 5 Maret 2020 | 12:58 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 261

SUMENEP – Pastikan ketersedian masker dan snitizer, Kepolisian Resort (Polres) Sumenep gelar Inspeksi Mendadak (Sidak) dua Apotek yang berada di setempat. Kamis (05/03/2020).

Diketahui, dua Apotek yang di Sidak oleh Polres Sumenep yakni, Apotek Eka Darma yang berada di Jalan. KH. Mansyur No.72, Podak, Pabian, Kota Sumenep dan Apotek Kimia Farma, di Jalan KH. Mansyur No.42, Mastasek, Pangarangan, Kota Sumenep.

Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi menjelaskan bahwa hal itu dilakukan hanya untuk memastikan ketersesedian alat kesehatan berupa Masker dan Sanitizer yang di gunakan untuk pencegahan virus Corona.

“Kita melakukan sidak keberapa Apotek yang berada di wilayah hukum sumenep ini, hasilnya memang dari salah satu Apotek menunjukkan tidak adanya stok masker dan sanitizer,” ungkap Deddy pada pada awak media usai lakukan sidak. Kamis (05/03/2020).

Menurut pengakuan salah satu Apoteker, Sambung Deddy, sudah dari akhir bulan Desember 2019 kemarin, stok ketersediaan alat kesehatan tersebut sudah mengalami kelangkaan.

“Hal itu terjadi, karena pihak distributor tidak lagi mendistribusikan alat kesehatan berupa masker dan snitizer tersebut, pada Apotek,” tambahnya.

Baca Juga:  Bayi Moh Ali Berharap Mendapat Uluran Tangan Dingin Bupati Pamekasan

Deddy menegaskan bahwa, pihak polres melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Intelejen (Satintel) akan terus melakukan penyelidikan dan pendalaman penyebab kelangkaan masker di kota keris ini.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Jadi masyarakat tidak perlu resah, karena memang pihak Apotek menyatakan tidak ada penjualan dari Distributornya,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Apoteker Eka Darma, Heryono, membenarkan bahwa memang dari akhir Desember 2019 kemarin, pihak Apotek sudah mengalami kekurangan stok masker

“Terus pada bulan Februari 2020 kemarin, harganya sudah molai naik, yang biasanya per-boks harganya Rp. 30.000-35.000 sekarang sudah mencapai Rp. 135.000 per-boks,” paparnya pada awak mendia.

Tidak hanya itu, lanjut Heryono, masing-masing Apotek hanya mempunyai jata 2 boks, sedangkan permintaan dari pembeli membludak.

“Sebenarnya pihak apotek sangat ingin memperbanyak stok masker dan sanitizer tersebut, tapi dari pihak distributornya alami kelangkaan,” tandasnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.