jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Sepertinya, TPA Buluh Akan Dibiarkan Membusuk, DLH Fokus TPA Yang Baru

Kamis, 12 Maret 2020 | 4:23 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 265
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BANGKALAN – Pasca penutupan TPA (tempat pembuangan akhir) di desa Buluh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, sepertinya masih akan menemui kendala. Pasalnya warga berharap setelah berpindahnya TPA ke daerah lain, pemerintah harus bertanggung jawab atas daerah yang sudah terlanjur tercemar oleh TPA menahun yang tidak diolah oleh pemerintah.

Oktavian Ismail salah satu warga mengatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi tindakan cepat pemerintah untuk pemindahan lahan TPA ke desa Bunajih, namun pemerintah harus memikirkan secara jangka panjang dan berinisiatif terhadap bekas TPA di desa Buluh.

“Kita apresiasi tindakan cepat pemerintah dengan adanya pemindahan TPA dari desa Buluh ke desa Bunajih, namun pemerintah juga harus memikirkan jangka panjangnya dan berinisiatif terhadap pemilihan lingkungan di bekas TPA, karena kan sudah terlanjur tercemar, sudah berpuluh-puluh tahun tercemar” katanya, Kamis (12/3/2020)

Vian panggilan akrabnya mengatakan agar pemerintah jangan langsung lepas tangan dan seolah-olah menyimpan bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak. Mengenai hubungan pemerintah dengan para masyarakat disekitar bekas TPA baru, Vian mengatakan sejauh ini belum ada.

Baca Juga:  Dinkes Bangkalan Klaim, Penderita HIV Di Kota Dzikir Dan Shalawat Semakin Berkurang

“Pemerintah belum ada pendekatan kembali, mungkin sedang fokus dengan yang baru. Mengenai indikasi melupakan kami dan keadaan disini saya tidak bisa berkomentar” ucapnya sambil tertawa.

Vian meminta agar pemerintah jangan lepas tangan setelah TPA dipindah. “ya permintaan kami sebagai warga buluh semoga pemerintah tidak lepas tangan dan tidak lupa dengan bekas TPA disini” harapnya.

Sementara itu, Joni Artiono selaku sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan mengatakan, bahwa pihaknya masih fokus ke TPA yang baru yakni di desa Bunajih kecamatan Labang dan belum ada rencana pengangkutan.

“Kita sementara masih fokus ke TPA sementara di desa Bunajih, jadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang belum ada pengangkutan dari TPA Buluh ke TPA sementara Bunajih” ujarnya.

Joni menambahkan, bahwa alasannya karena truk pengangkutnya masih terbatas jadi tidak perlu diangkut.

“Truk angkut kita terbatas, jadi tidak perlu diangkut sampah yang ada di TPA Buluh untuk pindah ke TPA sementara bunajih, cukup diratakan dan ditimbun tanah bedel” pungkasnya.

Reporter: Fara
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.