jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Seorang Anak Di Sumenep, Rekam Ibunya Saat Berhubungan Intim Dengan Oknum Perangkat Desa

Rabu, 22 April 2020 | 10:38 am
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 266
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – MAN (Laki-alaki), salah satu perangkat desa di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) setempat, lantaran telah diduga memperkosa tetanggaya sendiri hingga 10 kali.

Dia dilaporkan oleh korban, sebut saja namanya Nada (Nama Samaran-red), ke Mapolres Sumenep pada hari Selasa (21/04/2020) Kemarin, lantaran korban tidak tahan dan merasa dirugikan oleh terduga pelaku yang tidak lain merupakan perangkat desanya sendiri.

Dalam pelaporan itu Nada didampingi oleh keluarganya sendiri termasuk anak kandungnya. Laporan itu diterima oleh Kanit SPKT III Bripka Asharul Fahrozi dengan Nomor: STPL/87/IV/2020/JATIM/RES SMP. Selasa 21 April 2020.

Pasalnya, kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu 18 April 2020 sekitar jam 01:00 dini hari di rumah korban. Menurut keterangan dari Nada (Korban) bahwa saat itu korban baru pulang nonton TV dari rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumah korban. Ketika sampai di rumah, korban langsung masuk menuju kamarnya untuk tidur. Tidak lama kemudian korban melihat terduga pelaku MAN. Karena kaget, korban mencoba berteriak minta tolong. Sayangnya, upaya itu tidak bisa diteruskan karena korban diancam untuk dibunuh oleh terduga pelaku.

Dalam situasi ketakutan, korban hanya pasrah saat terduga pelaku memaksa berhubungan intim layaknya suami istri. Menurut pengakuan korban, pemerkosaan itu tidak hanya terjadi sekali, melainkan sudah sekitar 10 kali.

Dengan kejadian itu, korban sangat trauma dan malu atas kejadian yang sudah dilakukan berulang-ulang kali oleh terduga pelaku, kemudian korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sumenep.

“Ini sudah banyak merugikan saya, juga melecehkan dan menginjak-injak nama baik keluarga dan desa saya,” ungkap MH anak korban saat ditemui awak media Rabu (22/04/2020).

Baca Juga:  Awal Puasa, 4 Tenaga Haji Terkorfirmasi Positif Covid-19

MH juga membenarkan apa yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian. Bahkan MH mengaku sempat merekam berbentuk Vedio terhadap kejadian yang dialami ibu kandungnya sendiri itu.

Kendati demikiam MH tidak bisa memberikan kepastian tengtang kejadian tersebut dilakukan hingga 10 kali atau tidak. Lantaran MH baru datang dari pesantren yang ada di daerah Bandung Jawa Barat.

“Saat itu saya sedang duduk, dan memang saat itu saya melihat sendiri kalau ada orang masuk ke rumah saat itu, makanya saya video sebagai bukti kalau saya melihat sendiri kejadian itu,” terang MH dengan bahasa Madura.

Tidak hanya MH, bahkan saudara kandung korban juga mengetahui bahwa ada seseorang masuk kamar saudaranya saat tengah malam.

“Saya sudah bilang ke bibi saya saat itu, bahwa ada orang masuk ke kamar ibu saya,” kata MH

MH melanjutkan, pada saat itu tidak berfikir panjang dikarenakan emosi, Kata MH bibi langsung menggedor-gedor pintu kamar korban, untuk memastikan adanya orang yang masuk ke kamarnya saat itu, dan benar saja di dalam kamar, MH melihat MAN yang merupakan Kepala Dusun (Kadus) di desanya.

Dengan kejadian itu MH, meminta agar Polres Sumenep harus tegas dan profesional dalam mengusut kasus, dan pelaku harus diperoses secara hukum.“Saya minta untuk diproses secara hukum yang berlaku,” ujarnya berharap

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polres Sumemep, AKP Widiarti, membenarkan bahwa, memang ada warga Kecamatan Dungkek melaporkan dugaan pemerkosaan.“Ia benar, dan akan ditindaklanjuti,” singkat Widiarti.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.