jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Pertahankan Zona Hijau, Pemkab Sumenep Dirikan Simulasi Posko Dapur Umum

Selasa, 21 April 2020 | 6:48 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 243
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Dalam rangka mempertahankan zona hijau dari wabah virus corona atau Covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dirikan Simulasi Dapur Umum, pada hari Selasa 21 April 2020.

Hal itu bermaksud sebagai bentuk antisipasi dini apabila nantinya Sumenep terdampak dan sampai masuk zona merah. Simulasi meliputi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh tim Satuan Tugas (Satgas) covid-19 Sumenep.

Diketahui, kegiatan itu dilaksanakan di Gor A. Yani, sebelah timur lapangan basket. Yang dihadiri oleh, Bupati Sumenep, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres), Komandan Kodim (Dandim) 0827, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan tim gugus relawan covid-19.

“Jadi hari ini Pemkab Sumenep bekerja sama dengan Polres, Kodim 0827, dan masyarakat setempat kita libatkan dengan adanya Posko Dapur Umum. Tentunya kita lakukan pengecekan selain penggelaran personil juga penggelaran peralatan yang akan disiapkan, lalu penggelaran siapa saja yang akan menerima nasi bungkus tersebut,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriyadi, pada awak media, Selasa (21/04/2020).

Dia menambahkan bahwa, kegiatan tersebut dilakukan, tentu dalam rangka mengantisipasi jika sewaktu-waktu Sumenep masuk zona merah atau ada terkonfirmasi covid-19.

“Selain itu mungkin juga terjadinya bencana lainnya, seperti bencana alam, kita siapkan posko ini untuk mengantisipasi keterbatasan dalam rangka perolehan masyarakat, khususnya makanan kesehariannya,” bebernya.

Dalam pendiriam posko dapur umum tersebut, kata Deddy tersedia 1000 bungkus nasi dengan beragam lauk pauk, yang nantinya akan disebar keempat zona, meliputi kawasan kota setempat.

Baca Juga:  Setelah Zona Merah, Anggota DPRD Sumenep Lakukan Rapid Test

“Rencananya kita akan siapkan sebanyak 1000 bungkus, yang nantinya kita akan bagikan di empat zona, baik selatan, utara, timur, dan barat,” tuangnya.

Dia berharap simulasi ini, yang dilaksanakan oleh Pemkab Sumenep nantinya bisa memberikan pemahaman bagi masyarakat bahwa Kota keris ini siap mengahadapi bencana apapun yang ada.

“Pembagian nasi tentunya tidak setiap hari, nantinya kita akan lakukan secara simultan saja, karena namanya bentuk kesiapan, tidak bisa sekali kegiatan,” tuangnya.

Disamping itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Rahman Riyadi, menerangkan bahwa 1000 bungkus nasi tersebut akan disebar bagi masyarakat yang mengalami imbas dampak covid-19.

“Untuk 1000 bungkus nasi itu akan kita sebar bagi masyarakat yang kemungkinan terdampak, seperti tukang becak, ojol, sopir taksi dan lainnya,” ungkapnya.

Rahman mengatakan antisipasi itu dilakukan, dikarenakan Sumenep masih masuk dalam zona hijau. Untuk masyarakat kepulauan, lanjutnya dia juga akan ada koordinasi agar ada penanganan yang sama.

“Sesuai data yang disampaikan tim Satgas covid-19 Kabupaten Sumenep tanggal 21 April 2020, masih zona hijau. Yang Orang Dalam Pemantauan (ODR) itu sudah 12.542 orang, kita lakukan penanganan covid-19 dengan ketat, mudah-mudahan presing kita bisa tepat,” ujarnya.

Terkait penerapan PSBB di Sumenep, Rahman, menjelaskan apabila Sumenep masih belum memberlakukan sistem tersebut.

“Situasinya kalau zona hijau kita hanya simulasi saja, kecuali zona merah baru menerapkan PSBB. Nah, kita hanya latihan, nanti hasil masakan dari dapur umum nanti disebar,” tutupnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.