17 Ribu Lebih Warga Sumenep Jadi Pengangguran Selama Pandemi Covid-19 | jurnalmadura.com
jurnalmadura.com
NEWS TICKER

17 Ribu Lebih Warga Sumenep Jadi Pengangguran Selama Pandemi Covid-19

Monday, 25 January 2021 | 4:28 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 119

SUMENEP – Selama masa pandemi covid-19 melanda dunia tak terkecuali Kabapaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang berdampak buruk di berbagai sektor, baik pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Akibatnya, selama tahun 2020 sebanyak 17.275 orang warga Sumenep resmi dinyatakan menyandang status sebagai pengangguran

Hal itu, disebabkan akses untuk mendapat pekerjaan di masa pandemi sangat sulit, bahkan sejumlah perusahaan yang berada di kabupaten ujung timur pulau madura ini membatasi jumlah pekerja. Sehingga banyak karyawan yang di Putus Hubungan Kerja (PHK).

Hal itu disampaikan langsung oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep, M. Syahrial. Pihakanya menyampaikan bahwa sesuai data yang dikantonginya, ribuan warga sumenep resmi menganggur selama pandemi

“Mengacu pada data yang kami miliki, jumlah pengangguran saat ini ada 17.275 orang, angka tersebut sangat tinggi dikarenakan ada juga buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK),” ungkapnya pada awak media, Senin (25/01/2021).

Baca Juga:  Pemuda Asal Sidoarjo Hendak Melakukan Bunuh Diri Di Rumah Warga Sumenep

Menurutnya, angka pengangguran yang berada di kota keris ini aka terus bertambah, jika masa pendemi ini tidak segera berakhir, bahkan beberapa hari terakhir banyak para pencari kerja mendatangi kantor disnaker setempat.

Sedangkan, kata Syahrial, untuk menekan angka pengangguran di Sumenep pada masa pandemi ini sangatlah sulit,

“Virus Corona ini sebenarnya sangat berdampak pada pekerja, jika pada tahun-tahun sebelumnya kami bisa melaksanakan Job Fair, sejak tahun 2020 lalu kami sudah tidak bisa melaksanakan,” tambahnya.

Dia juga mengaku bahwa, saat ini pihaknya masih disibukkan dengan penyelesaian perselisihan antara karyawan dan perusahaan. Perselisihan itu muncu lantaran kabijakan perusahaan yang ingin merampingkan jumlah karyawannya.

“Hingga kini perselisihan itu masih ada, bahkan ada yang sampai ditangani oleh Disnaker Pemprov Jatim, karena perselisihannya belum kunjung selesai,” tutupnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.