DPRD Sumenep dan Dispertahotbun Saling Menyalahkan, Nasib Petani Tembakau Semakin Tak Jelas | jurnalmadura.com
jurnalmadura.com
NEWS TICKER

DPRD Sumenep dan Dispertahotbun Saling Menyalahkan, Nasib Petani Tembakau Semakin Tak Jelas

Rabu, 19 Agustus 2020 | 1:07 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 51

SUMENEP – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep akan panggil Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) setempat, prihal patokan harga tembakau di kota keris ini

Pasalnya, Komisi II DPRD Sumenep menilai selama ini Dispertahortbun lemah dalam melakukan kordinasi untuk membicarakan nasib para petani tembakau di kota keris ini, terlebih saat ini sudah musim panen tembakau

“Intinya, semua punya tanggung jawab yang sama, gak boleh apatis. Untuk itu, tetap akan kita panggil, saya sudah tahu persis lah berapa kali kita koordinasi. Tapi, untuk permasalahan saat ini masih belum,” ungkap Akis Jasuli, anggota Komisi II DPRD Sumenep, pada awak media, Rabu (19/08/2020)

Menurutnya, dengan lemahnya koordinasi tersebut mengakibatkan masyarakat khususnya para petani tembakau kebingungan. Sebab, saat ini sudah banyak tembakau yang sudah dipanen

“Jadi, OPD terkait itu bukan berarti sudah selesai sebelum ada hasil yang nyata. Jika demikian, itu kan seolah-olah apatis, bukan begitu seharusnya,” bebernya.

Baca Juga:  KPU Sumenep Ajukan Penambahan Anggaran 21 Miliar Untuk APD Pada Pilkada 2020

Seharusnya, sambung Akis sapaan akrabnya itu, apa yang menjadi keluhan dan keinginan masyarakat petani difasilitasi sampai selesai. Sehingga, kesejahteraan bisa dicapai dan dirasakan.

“Kalau gak ada output yang sesuai dengan keinginan para petani, ya berarti tugas dan perjuangan kita belum berakhir,” jelasnya.

Dikonfirmasih terpisah, Kepala Dispertahortbun Sumenep, Arif Firmanto mengaku bahwa pihaknya intens berkoordinasi jauh sebelum masa tanam tembakau.

“Koordinasi bagaimana yang kurang. Kami sudah sangat intens sekali, terutama dalam peningkatan kualitas bahan baku. Bahkan sudah diawali jauh hari sebelum masa tanam,” dalihnya.

Arif menyesalkan pihaknya dinilai lemah koordinasi. Padahal, kata dia, meski PT Bentoel tahun ini menyatakan tidak akan beli, namun pihaknya sudah berhasil menjalin kerjasama dengan salah satu pabrikan, yakni PT. Djarum.

“Temuan yang bagaimana, kita sudah koordinasi kemarin, tidak ada. Siapa yang berbicara temuan itu,” tutupnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.