jurnalmadura.com
NEWS TICKER

FPI Pamekasan Kepung Kantor Bupati, Tuntut KCM Segera Di Tutup

Jumat, 14 Februari 2020 | 10:15 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 804
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PAMEKASAN – Ratusan kader Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan demo kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mendesak orang nomer satu di Kabupaten yang berjargon Pamekasan Hebat itu untuk menutup tempat Bioskop yang bernama Kota Cinema Mall (KCM) di Bumi Gerbang Salam.

Menurut KH. Ali Salim salah satu korlap aksi menyampaikan, bahwa adanya KCM di Bumi Gerbang Salam merupakan salah satu jalan menuju kemaksiatan, sehingga perlu adanya ketegasan dari pasangan Berbaur (H. Baddrut Tamam & Raje’e) untuk menutup tempat tersebut, Jum’at, (14/2/2020).

“Meminta Bupati Pamekasan jangan membuat jalannya maksiat atau sarangnya kemaksiatan dengan membiarkan KCM tetap beroperasi dan meminta kepada lapisan umat Islam untuk bersama-sama menolak adanya KCM,” tegasnya dihadapan para aksi.

Lebih lanjut, Alumni pendukung pasangan Berbaur itu menyampaikan, bahwa siapapun yang mendukung jalannya ijin tempat maksiat tersebut di Pamekasan, secara tidak langsung telah mencoba untuk merusak Bumi Gerbang Salam.

“Orang yang membuka jalannya maksiat berarti mereka mau menghancurkan Pamekasan karena Pamekasan merupakan Gerbang Salam,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, Raje’e menanggapi terkait tuntutan yang disampaikan oleh para aksi itu, bahwa pihaknya telah menyampaikan dihadapan para tokoh Agama Islam terkait proses adanya KCM di kabupaten ini.

Baca Juga:  Pak Eko Dengan PMII Pamekasan Akhirnya Saling Berjabat Tangan

“KCM sudah memiliki ijin secara OSS, artinya dari pusat sudah mendapat ijin, sehingga Pemkab Pamekasan tentunya sudah mengkaji secara utuh. Jadi, adanya KCM di Pamekasan sudah memenuhi syarat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alumni Aktivis HMI itu menambahkan, Pemkab bersama Muspida akan segera melakukan pengkajian terkait KCM dan akan segera melakukan pemanggilan terhadap pemilik bangunan alone itu.

“Kami dan Muspida akan melakukan kajian dan sekaligus manggil pihak KCM untuk meminta penjelasan beberapa hal yang perlu dibatasi dengan berdirinya KCM, jadi mohon untuk menunggu keputusan yang berkaitan dengan KCM Pamekasan,” jelasnya.

Kemudian, saat di tanya mengenai deadline waktu yang harus ditunggu oleh para Aksi tersebut, pihaknya meminta untuk lebih bersabar, sebab hasil keputusan dari Pemkab akan dipublikasikan.

“Tentunya insyaallah secepatnya saya akan memanggil pihak KCM dan hasilnya akan dipublikasikan dihadapan masyarakat,” ucapnya dihadapan para aksi.

Reporter: Jadid
Editor: Halili

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.