jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Alih Fungsi Lahan Disoal, Aliansi Pemuda Timur Daya Duduki Kantor DPRD Sumenep

Senin, 9 Maret 2020 | 2:12 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 347
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Timur Daya (API), gelar aksi demo di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Senin 09 Maret 2020

Pasalnya, kedatangan mahasiswa itu menyoal tentang penebangan cemara udang dan reklamasi di kawasan pantai pesisir atau alih fungsi lahan menjadi tambak udang di daerah timur daya sumenep, yakni, Kecamatan Gapura, Dungkek, Batu Putih dan Batang-Batang.

“Konflik ini mengakibatkan masyarakat terancam dan kehilangan hak atas tanahnya sendiri,” Ungkap Abd. Basith, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi di depan kantor DPRD Sumenep, Senin (09/03/2020).

Di menyebut, Pemerintah terkesan diam, dan DPRD Sumenep lemah dalam melakukan pengawasan, karena tanah rakyat dijadikan lahan untuk investasi besar para pemudal.

“Jadi penegakan hukum di suemenep ini, diibaratkan jaring laba-laba, hanya menjerat yang lemah dan runtuh terbelah pada yang kuat,” tambahnya dengan nada keras.

Bahkan, sambung Abd. Basith, Pemerintah Sumenep ini lebih memihak pada pada investor yang memiliki modal besar dibandingkan aset kekayaan yang dimiliki kota keris ini.

Baca Juga:  PDAM Bangkalan Kembali Dikeluhkan, Tarif Naik Kualitas Semakin Menurun

“Padahal di kawasan timur daya sumenep ini, banyak potensi wisata yang seharusnya dikembangkan oleh pemerintah bukan malah di habisi dan dikeberi,” tegasnya.

Berdasarkan hal itu, Kata Basith, mahasiswa menuntut DPRD Kabupaten Sumenep untuk tindak tegas operasi tambak udang ilegal dan legal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan, Stop penebangan pohon cemara udang secara liar di kawasan pesisir timur daya, khususnya di temapat wisata.

“Tidak haya itu, kami meminta pemerintah harus netral, objektif, dan selektif dalam mengeluarkan surat izin usaha terlebih dalam pembangunan tambak udang,” tandasnya.

Untuk diketahui, aksi tersebut sempat terjadi ricuh antara massa aksi dan petugas keamanan lantran massa aksi memaksa masuk ke gedung DPRD Sumenep, Sehingga Pada akhirnya ditemui oleh Ketua DPRD Sumenep Abd. Hamid Ali Munir, dan selanjutnya memperbolehkan massa aksi masuk ke dalam gedung Perwakilan Rakyat tersebut.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.