Home Learning Tidak Maksimal, Begini Tanggapan Kadisdik Sumenep | jurnalmadura.com
jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Home Learning Tidak Maksimal, Begini Tanggapan Kadisdik Sumenep

Kamis, 26 Maret 2020 | 2:42 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 186

SUMENEP – Penerapan belajar di rumah (Home Learning) bagi para siswa oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, yang bertujuan untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19, dinialai kurang naksimal untuk menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Diketahui, penerapan Home Learning tersebut didasarkan pada Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Disdik Sumenep, yang menghimbau bagi para siswa untuk belajar secara online dari rumah masing-masing dari tanggal 16 Maret 2020 samapai dengan tanggal 29 Maret 2020, dan kemuadian diperpanjang samapai tanggal 5 April 2020 mendatang.

Pasalnya, penerapan itu, dinilai kurang maksimal terlebih bagi siswa yang berada di daerah kepulauan, lantaran khusus untuk daerah kepulauan selain rata-rata siswa tidak mempunyai Handphone (Hp) untuk belajar Online, dan juga sulit dari jangakauan sinyal.

“Siswa tidak punya Hp, dan sinyalpun tidak, jadi para siswa belajar sendiri-Sendiri di rumahnya,” ungkap, salah satu guru Sekolah Dasar (SD), yang berada di Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep, inisiap DN (28), pada media ini, Kamis, (26/03/2020).

Bahkan dirinya memaparkan bahwa, para siswa dari semenjak Home Learning diterapakan untuk mecengah peredaran Covid-19 terkesan bagi para siswa seperti hari libur seperti biasanya, yakni, tidak ada kegiatan KBM.

“Malah para siswa dikepulauan ini, terlihat senang karena libur, karena rata-rata orang tua siswa itu banyak yang rantau dan siswa hanya tinggal sama neneknya,” paparnya.

Dikonfimasi terpisah, Kepala Disdik Sumenep, Carto, membenarkan jika Home learning tersebut kurang maksimal dan juga masih mengalami kendala-kendala dalam penerapannya,

“Untuk kenadala pasti ada, terutama bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak Kanak (TK), karna memang lebih efektif menggunakan sistem tatap muka,” kata Carto pada media ini saat dikonfirmasi di kantornya,

Sedangkan, sambung Carto, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kendalanya di jangkauan sinyal yang terkadang kurang memadai untuk melaksanakan belajar online dari rumah masing masing siswa.

“Iya mungkin itu masalahya, untuk lain-lain ditingkat SD dan SMP tak ada masalah,” tandasnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Baca Juga:  Siswa SMP Tercatat Paling Banyak Membolos, Satpol PP : Bukti Kurangnya Pembinaan Di Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.