jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Warga Tolak Rencana RSUD Waru Sebagai RS Rujukan Pasien Covid-19

Jumat, 5 Juni 2020 | 9:26 am
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 337
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PAMEKASAN – Masyarakat wilayah Pantai Utara (Pantura), Pamekasan, Jawa Timur menggelar aksi menolak Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Waru dijadikan tempat rujukan Pasien Corona Virus Disease (Covid-19).

Menurut Korlap Aksi, Pusadi menyampaikan, selama ini, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjaga imunitas diri supaya tidak terpapar Covid-19.

Tetapi dengan menjadikan RSUD tersebut sebagai tempat rujukan pasien Covid-19, maka masyarakat mulai was-was, bahkan ketakutan. Hal ini sangat dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap daya imunitas mereka, sehingga sangat rentan terpapar Covid-19, Kamis (4/6/2020).

“Pemerintah harus mengkaji lebih serius mengenai sosial masyarakat sekitar khususnya masyarakat yang berada di wilayah Pantura, jika RSUD ini dijadikan rumah sakit rujukan pasien Covid-19, karena masyarakat mulai resah, bahkan dengan keresahan ini bisa berpengaruh terhadap imunitas tubuhnya dan sangat mudah terpapar,” kata dia kepada reporter Jurnalmadura.com melalui via WhatsApp.

Kata Pusadi, selang beberapa hari yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan adanya salah satu pasien yang terpapar Covid-19 di RSUD Waru itu di kabarkan melarikan diri.

Baca Juga:  Sekda Pamekasan Dan Supplier BPNT Diduga Main Mata, ALPART: Sekda Harus Dievaluasi

Pemerintah seharusnya lebih peka terhadap letak geografis RSUD itu dengan sosial masyarakat, apalagi berdekatan dengan pusat perekonomian masyarakat wilayah Pantura.

“Kemarin, ada kejadian Pasien Covid-19 RSUD kabur lewat jendela dan pemerintah jangan tutup telinga dengan kasus itu, apalagi tempatnya berdekatan dengan Pasar Waru, inikan bisa sangat cepat mewabahnya kepada masyarakat sekitar dan bisa menggangu terhadap aktivitas serta perekonomiannya,” ungkapnya.

Kemudian dia berharap kepada pemerintah dengan adanya aksi tersebut, pemerintah bisa memperhatikan dan mempertimbangkan nasib masyarakat Pantura supaya terhindar dari Covid-19.

“Kami masyarakat Pantura menolak RSUD Waru sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dan kami meminta kepada pemerintah agar tidak lagi menjadikan RSUD ini sebagai tempat rujukan pasien Covid-19,” tuturnya dengan nada harapan.

Sementara itu, pihak terkait belum bisa memberikan tanggapan secara jelas mengenai aksi tersebut. Sebab, menurut TU RSUD Waru, Direktur RSUD tidak menemui masa aksi dikarenakan ada agenda ke Surabaya.

Reporter: Jadid
Editor: Jadid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.