jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Bupati Pamekasan Kembali Launching Beasiswa Santri di Momentum Maulid Nabi

Friday, 6 November 2020 | 3:44 am
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 159

PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus melaunching beasiswa santri  berprestasi, di Lapangan Mandhapa Aghung Ronggosukowati Pamekasan.

Peringatan Maulidur Rasul ini dimeriahkan oleh KH. Das’ad Latif asal Kota Semarang. Selain itu, dihadiri oleh Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Pamekasan, Pimpinan DPRD Pamekasan dan jajaran OPD Pamekasan.

Kata Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam, Pemkab Pamekasan telah menyiapkan 2 ribu santri yang kerjasamakan dengan pesantren, bahkan diantaranya ada beasiswa santri berprestasi seperti Tahfiz bagi santri yang mau menghafalkan Al-Qur’an.

“Kita kirim ke pesantren yang didalamnya menyelenggarakan pendidikan Hafiz Hafizah, sedangkan santri yang berprestasi kita kirim ke pesantren-pesantren, katagori selanjutnya, bagi santri yang tidak mampu kami juga kirim ke pesantren,” kata Baddrut Tamam, Rabu Malam (4/11/2020).

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Bersama Bea Cukai Madura Gencar Sosialisasikan Bahaya Rokok Ilegal

Ra Baddrut sapaan akrab Bupati Pamekasan, Orientasi dari beasiswa ini untuk membangun pondasi keagamaan, membangun agama Islam yang rahmatan lil Al-Amin baik iman, akhlaq dan senantiasa menjadi pemimpin masa depan.

“Baru kemudian di tahun berikutnya 2021 Saya dan Pak Wabup dari seluruh jajaran akan memberikan tambahan beasiswa dengan target yang di setiap Kecamatan akan diseleksi dari masing-masing siswa-siswi SLTA, Madrasah Aliyah akan didorong untuk lulus di beberapa perguruan tinggi kedinasan,” papar mantan aktivis PMII Jatim itu.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Komitmen Bebas KKN, Ini bukti kesungguhannya

“Serta akan kita dorong lahirnya dokter-dokter di setiap kecamatan yang kita fasilitasi dari APBD dan kerjasama pemerintah dengan beberapa Universitas,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Ra Baddrut bahagia rasanya ketika suatu saat orang tidak mampu menjadi dokter, bahagia dan senang jika orang biasa suatu saat menjadi jenderal.

“Jika suatu saat ada Kapolri lahir dari orang biasa dan orang Pamekasan yang didoakan para alim serta mendapatkan fasilitas dari pemerintah untuk menjadi kategori yang mencintai NKRI, bahkan mendorong kemakmuran masyarakat di daerah yang kita banggakan ini,” tutupnya. (Adv/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.