jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Dianggap Gagal Mewujudkan Reformasi Birokrasi, PC PMII Pamekasan Prikik Kartu Merah Bagi Pasangan “BERBAUR”

Jumat, 1 Mei 2020 | 10:40 am
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 279
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PAMEKASAN – Puluhan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Cabang Pamekasan) berikan kartu merah kepada pasangan Berbaur di Taman Aspirasi, Mandhapah Agung Ronggosukowati, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Kamis (30/4/2020).

Aspirasi raport merah itu dilaksanakan oleh Sahabat-sahabat PC PMII Pamekasan sekitar pukul 16.00 WIB, hingga menjelang adzan Magrib. Namun, tidak ada satupun pejabat Pemkab Pamekasan yang menghadirinya.

Menurut Ketua Umum PC PMII Pamekasan, Lutfi menyampaikan dalam rilisnya bahwa, PMII Pamekasan memberikan raport merah terhadap pasangan berbaur, karena ada beberapa poin yang dianggap gagal dalam mewujudkan visi dan misinya saat kampanye pada dua yang tahun lalu.

“Bupati dan wakil Bupati gagal dalam mewujudkan reformasi dan birokrasi. Adanya aroma Kolusi dalam SO yang digembor-gemborkan tidak ada jual beli jabatan,” tuturnya saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp oleh Reporter JurnalMadura.com

Kata Lutfi, saat ini banyak OPD (organisasi perangkat daerah) yang masih disisi oleh pejabat Plt, bahkan ada beberapa pejabat yang double job. Dia sangat menyayangkan, kenapa dinas yang terlihat gagal dalam mengemban amanah masih saja dipertahankan, seharusnya dimutasi, supaya ada perubahan yang lebih baik.

Baca Juga:  Salurkan Sembako Bersama Ali Ridha DPR-RI, UPT PSBR Pamekasan : Kami Ingin Jadi Bagian Solusi Covid-19

“Kadinsos tidak dimutasi, padahal sudah jelas-jelas gagal dalam menjalankan tanggung jawabnya seperti, memetakan penyandang kesejahteraan sosial, terbukti amburadulnya data PKH, BPNT, BLT Kemensos dan DTKS sebagai acuan BLT DD,” jelasnya.

Kemudian, dia sangat menyesalkan, orang nomer satu di Bumi Gerbang Salam ini, karena tidak benar-benar memperhatikan atas kinerja bawahannya, sehingga pencapaian terhadap visi dan misinya, khususnya cita-cita rakyat Pamekasan terbengkalai.

“Tidak adanya keseriusan dalam mewujudkan reformasi agraria, hal itu terbukti dengan tidak seriusnya melihat dinamika Dinas Ketahanan Pangan, padahal program-program yang dicanangkan amburadul disebabkan tidak adanya kepala yang memimpin dinas tersebut,” pungkasnya.

Disisi lain, saat Reporter JurnalMadura.com melakukan konfirmasi melalui via WhatsApp terhadap pemerintah Kabupaten Pamekasan belum ditanggapi sampai berita ini dirilis.

Reporter: Jadid
Editor: Halili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.