jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Anggaran DBHCHT Kabupaten Pamekasan Diperuntukan Untuk Tiga Sektor

Minggu, 6 Juni 2021 | 4:28 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 108
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PAMEKASAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapatkan bagian dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021. Selasa (08/06/2021)

Pemerintah Kabupaten Pamekasan tahun 2021 mendapatkan DBHCHT sebesar Rp 64,5 miliar yang dialokasikan untuk tiga sektor. Yakni untuk kesejahteraan masyarakat, bidang penegakan hukum, dan bidang kesehatan. Untuk bidang kesehatan, salah satunya dialokasikan kepada RSUD Waru.

Direktur RSUD Waru, dr Hendarto menjelaskan, instansinya akan memanfaatkan dana DBHCHT untuk pengadaan obat dan Bahan Habis Pakai (BHP). Kemudian, untuk biaya servis alat-alat kesehatan yang rusak dan untuk kalibrasi. Hal itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan pasien.

“Untuk pengadaan obat dan Bahan Habis Pakai, seperti alkohol, betadine, haskun, masker, dan lain-lain. Kemudian juga untuk biaya servis alkes yang rusak, lalu untuk perbaikan alat dan untuk kalibrasi. Jadi ada empat peruntukannya,” terangnya

Dokter Hendarto menjelaskan, untuk pengadaan obat-obatan, saat ini sudah dalam proses pengadaan. Bahkan, sudah ada beberapa obat yang sudah datang, juga ada pula beberapa obat yang dalam proses pengiriman.

Baca Juga:  Bea Cukai Madura Melakukan Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal Di Pamekasan

Pada tahun lalu, lanjut Hendarto, RS Waru juga mendapat kucuran DBHCHT. Semuanya dipakai untuk pengadaan alat alat kesehatan.

“Tahun ini dikhususkan kepada obat, BHP, kemudian perbaikan alat dan kalibrasi itu,” tuturnya.

Dia mengakui DBHCHT sangat bermanfaat bagi RS Waru untuk pemenuhan kebutuhan guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat khususnya untuk pembelian alat-alat kesehatan.

“Yang sekarang karena terbatas, kami tidak dapat alkes tetapi dalam alokasi untuk obat lalu perbaikan alat sama kalibrasi,” imbuhnya.

Mengingat begitu penting dan besarnya manfaat yang diperoleh dari DBHCHT tersebut, Hendarto berharap tahun depan RS Waru tetap kembali dapat kucuran. Sebab, RSUD Waru masih membutuhkan pengembangan pada aspek-aspek lainnya, khususnya keperluan alat-alat kesehatan.

Melalui sistem aplikasi perencanaan terintegrasi (Siteri) tim perencanaan mulai bekerja untuk mengusulkan program secara terencana. Jadi untuk pengadaan tahun depan, sudah diusulkan tahun ini, Jadi tidak dadakan, akan tetapi terencana dengan matang. Tutupnya (advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.