jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Misteri Kematian Pasien Sembuh Corona, Begini Kata Gugus Covid-19 Bangkalan

Sabtu, 18 April 2020 | 4:13 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 229

BANGKALAN – Sungguh berat cobaan yang dihadapi keluarga R, pasien Positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh, namun sesampainya dirumah ia harus meninggalkan sanak keluarganya yang sudah 14 hari ia tinggalkan untuk melakukan isolasi di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Pasien R ini merupakan pasien pertama yang dinyatakan Positif terinfeksi virus Corona Covid-19 di Bangkalan, setelah dinyatakan positif, ia kemudian pada tanggal 9 Maret 2020 menjalankan Isolasi di RSUD Syamrabu Bangkalan sebgai.

Kemudian pada hari Jumat 17 April 2020 gugus tugas Covid-19 Bangkalan menyatakan bahwa pasien Corona R yang merupakan pemudik dari Jakarta ini dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada hari itu juga.

“Karena hasil Swap/PCR kedua dari laboratorium BBTKL-PP Surabaya ia dinyatakan sembuh/negatif Covid-19,” terang Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan, Agus Zain dalam rilisnya, Sabtu (18/4/2020).

Selain itu, dalam rilis gugus Covid-19 Bangkalan diterangkan kenapa pasien diperbolehkan pulang, kondisi pasien yang membaik, tanpa bantuan oksigen, bahkan nafsu makan minum juga baik.

Dimasa Isolasi di RSUD Syamrabu Bangkalan, tim medis, masih dalam cerita rilis gugus Covid-19 Bangkalan, bahwa memang pasien R memiliki penyakit yang menyertai yaitu kelainan darah, sehingga sebelum pulang tim medis menyarankan untuk dirujuk ke RS Surabaya.

Baca Juga:  Cegah Penularan Covid-19, Ketua RW Griya Abadi Bangkalan Perketat Pintu Masuk Perumahan

“Karena pasien menderita penyakit lain selain Corona, tim medis menyarankan agar R dirujuk ke rumah sakit kelas A di Surabaya,” cerita Humas gugus.

Ternyata, sesampai di rumah dan sekitar pukul 18.00 WIB, pasien R mengalami mimisan dan muntah darah, sehingga sekitar pukul 22.00 WIB keluarga membawa R ke IGD Puskesmas Blega dengan kondisi yang sangat lemah, sesak nafas, trombusit 15 ribu dari kondisi normal seharusnya 150 ribu, sehingga resiko pendarahan sangat tinggi.

“Dimasa Isolasi di RSUD Syamrabu dia memang pernah mengalami mimisan itu, tapikan tim media vocus ke penyembuhan coronanya, dan penyakit bawaannya ini harus ditangani RS yang kelas A,” kata Agus.

Kemudian, masih dalam cerita rilis gugus Covid-19 Bangkalan, tim Puskesmas Blega berkoordinasi dengan RSUD Syamrabu Bangkalan terkait pasien R yang ada di Puskemas setempat, kemudian hasil koordinasinya, RSUD Syamrabu menyarankan agar Puskesmas Blega berkoordinasi dengan rumah sakit tipe A di Surabaya untuk merujuk si pasien.

Namun, sungguh malang, pada saat tim Puskesmas Blega melakukan koordinasi dengan rumah sakit tipe A di Surabaya, ternyata, sekira pukul 22.35 WIB, pasien telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Reporter: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.