jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Begini Penjelasan Kapolsek Kokop, Meninggalnya Korban Pemerkosaan dan Dugaan Kaburnya Ke-7 Pelaku

Friday, 3 July 2020 | 12:57 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 123

BANGKALAN – Siti (20) nama samaran, korban pemerkosaan yang dilakukan oleh 7 orang secara bergiliran, kini tinggal cerita pilu dan kecaman dari berbagai pihak agar pihak kepolisian segera menangkap tersangka.

Sudah memasuki 7 hari dari kejadian itu, pihak kepolisian Bangkalan belum juga menangkap satu orangpun pelaku, kabar duka kembali datang, bahwa pada Kamis, (02/7/2020) Siti menghembuskan nafas terakhirnya, sungguh malang nasib janda satu anak ini.

Meninggalnya Siti dengan dugaan bunuh diri menjadi tamparan terhadap pihak Kepolisian, bagaimana tidak, belum adanya satupun pelaku yang ditangkap bahkan ada dugaan tidak adanya pendampingan terhadap korban menambah suramnya keadilan.

Dari pembicaraan wartawan jurnalmadura.com dengan Kapolsek Kokop terungkap bahwa, Siti meninggal di rumahnya  yang diduga meninggal karena frustasi (bunuh diri), hal ini kemudian menguatkan dugaan bahwa memang tidak ada pendampingan terhadap korban pemerkosaan.

Baca Juga:  Kebakaran Pom Mini di Arosbaya, Kerugian Hingga 35 Juta

“Pukul 7 malam kami mendapat informasi, bahwa Korban Pemerkosaan meninggal dunia, anggota langsung ke TKP,” cerita Kapolsek Kokop, Iptu Heru Triono, SH. Jumat (03/7/2020).

Menurut Iptu Heru, jenazah sempat dibawa ke Puskesmas setempat oleh pihak keluarga dengan didampingi anggota Polsek Kokop serta untuk dilakukan otopsi, namun pihak keluarga menolaknya.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi jenazah, karena menolak, kemudian kami sodorkan pihak keluarga untuk membuat surat pernyataan kalau keluarga tidak berkehendak jenazah di otopsi,” terangnya

Baca Juga:  Apresiasi: Rumah Aspirasi Song Osong Lombhung Tretan Syafi Disulap Jadi Posko Kampung Tangguh Covid-19 Bangkalan

Kemudian simpang siurnya informasi bahwa, tidak adanya pendampingan dari pihak keamanan terhadap korban pemerkosaan tersebut, Iptu Heru tidak tahu dan tidak faham apakah sudah ada pengajuan untuk dilakukan pendampingan atau tidak.

“Untuk pendampingan terhadap korban kami tidak tahu, mungkin Kasat lebih tahu, karena setelah dilakukan pemeriksaan di Polres, Korban langsung pulang kerumahnya,” imbuh Heru

Saat disodorkan pertanyaan bahwa, ke 7 orang pelaku pemerkosaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia sudah kabur dari wilayah Kecamatan Kokop, ia juga menjawab tidak tahu.

“Kalau itu, kami tidak tahu, mungkin Kasat lebih tahu, karena kasusnya ditangani Kasat,” timpanya

Reporter: Mahallil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.