jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Gegara Putus Kontrak Pembangunan Pelabuhan Gili Iyang Ambruk, Dishub Sumenep: Itu Faktor Alam

Senin, 15 Juni 2020 | 3:54 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 309
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Pengerjaan belum selesai, proyek besar pembangunan jembatan di Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, diketahui ambruk di bagian sisi tengan

Proyek besar dengan nilai sekitar Rp 15 miliar lebih itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2019, dikerjakan oleh PT Kolam Intan Prima, dan berhenti pada akhir Februari 2020 lalu.

Namon berdasarkan dokumen kontrak Nomor 550/SPPBJ 1776248/435.106.1/2019, masa pekerjaan Revitalisasi Pembangunan Pelabuhan Gili Iyang itu, dimulai sejak tanggal 26 September 2019, dan berakhir pada tanggal 29 Desember 2019 lalu.

Dengan ketentuan tersebut, ternyata pelaksana (PT. Kolam Intan Prima ) tesebut belum menuntaskan pekerjaannya. Akan tetapi, sesuai dengan aturan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKO) Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep memperpanjang pelaksanaan sampai akhir Februari 2020 lalu.

Kendati demikian, meski masa pengerjaannya diperpanjang, pelaksana tak kunjung menyelesaikan pengerjaan tersebut. Sehingga PPKO Dishub Sumenep akhirnya memutus kontrak kerja dengan PT Kolam Intan Prima sebagai pelaksana.

Baca Juga:  Waspada, Perhiasan dan Payudara Jadi Sasaran Begal di Jalan Gurbas Jabaan Sumenep

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Sumenep, Agustiono Sulasno, mengatakan ambruknya jembatan tersebut disebabkan karena pengerjaan proyek tersebut belum tuntas karena kontrak terpaksa di putus.

“Selain faktor alam, jembatan itu belum ada kunci yang kuat karena pengerjaannya dihentikan sebelum jembatan itu tuntas dibangun,” ungkapnya pada media ini, Senin (15/06/2020).

Selanjutnya dia megaku terkait penggunaan anggaran sendiri belum diaudit oleh pihak terkait lantaran sampai saat ini belum ada pihak rekanan atau pihak ketiga yang memenang tender, setelah putus kontrak dengan PT. Kolam Intan Prima

“Iya belum diaudit, karena masih nunggu pemenang tender selanjutnya,” singkatnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.