jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Gelar Kampanye GERMAS, Pemerintah Bangkalan Serukan Hidup Sehat

Kamis, 27 Februari 2020 | 4:52 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 273
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan gencar mensosialisasikan Gerakan Kampanye Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Pendopo Pratanu Kabupaten Bangkalan, Kamis (27/2/2020).

Dalam kampanye tersebut, Bupati Bangkalan Abdul Latief Amin Imron mengatakan bahwa kampanye tersebut bertujuan agar masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan dengan baik.

“Kampanye hidup sehat ini agar masyarakat lebih sadar untuk menjaga kesehatan dengan lebih baik agar lebih bugar, kebiasaan mengkonsumsi buah dan sayur dan lainnya” jelasnya.

Mengatasi masalah kesehatan masih menjadi sebuah tantangan serius di Kabupaten Bangkalan. Salah satu masalah kesehatan yang kini sedang marak di Kabupaten Bangkalan adalah Stunting. Stunting masih menjadi masalah dan PR bagi Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Ra Latief panggilan akrabnya juga menghimbau agar para ibu hamil lebih baik melahirkan pada bidan-bidan yang sudah ada karena sarana dan prasarananya lebih lengkap.

“Melalui pertemuan kali ini kita Kampanyekan untuk menuruni angka stunting dimulai dari ibu hamil, nantinya melahirkan di bidan-bidan karena peralatan atau sarana dan prasarananya lengkap itu sebagai salah satu pengurangan angka stunting sejak dini” paparnya.

Baca Juga:  Legeslatif Kecewa, Tanah Pemda Pamekasan Tidak Bisa Menghasilkan PAD

Sementara itu ditempat yang sama, Sudiyo Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan mengatakan bahwa kampanye ini adalah pesan moral agar masyarakat merubah perilaku.

“Kampanye ini sebagai pesan moral kepada masyarakat dalam Rangka untuk perubahan perilaku budaya masyarakat kita salah satunya hal makanan, Masyarakat kita bukan kurang makan tapi kurang mengerti makan artinya masyarakat kita hanya kenal makan nasi dengan ikan tapi tidak ada sayur dan buah, pola hidup tidak merokok dan menghindari alkohol” ujarnya.

Mengenai angka stunting yang cukup tinggi di Kabupaten Bangkalan,Sudoyo mengatakan bahwa angka stunting di tahun 2019 kemarin angkanya turun.

“Angka stunting turun dari 3163 menjadi 2718 jadi turunnya mencapai 475 kalau dikalkulasi hanya dibawah 20 persen, upaya kita kearah sana, stunting adalah program bapeda namun kita juga membantu salah satunya dalam hal air bersih, pengetahuan terhadap masyarakat karena pola hidup masyarakat kita terhadap pengetahuan tentang makanan masih kurang” pungkasnya.

Reporter: Fara
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.