jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Tak Kunjung Menemukan Titik Terang, Pemuda dan Pelaku Seni Pamekasan Gelar Aksi Penggalangan Dana

Sabtu, 1 Februari 2020 | 9:49 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 452
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PAMEKASAN – Pemuda dan Pelaku Seni Se-Pamekasan, gelar aksi musik yang bertema Bernyanyi Rebut Demokrasi dan Berjuang Hancurkan Tirani yang dikemas dengan pengalangan dana untuk anak yatim.

Menurut Korlap Aksi, Indra menyampaikan, bahwa aksi yang di gelar di area Monumen Arek Lancor (Arlan) tersebut merupakan salah satu bentuk pengawalan terhadap kebijakan pemerintah tentang nasib para Pemuda dan Pelaku Seni di Bumi Gerbang Salam, Sabtu, (1/2/2020).

“Sambil mengawal aksi kami kemarin, biar tidak hanya kepentingan kami sebagai pelaku seni yang terpenuhi, tetapi kebutuhan anak yatim juga bisa terpenuhi, sebagai wujud kepedulian kami,” tuturnya saat diwawancara oleh Reporter Jurnal Madura.com

Indra menuturkan, bahwa pihaknya sempat menghadiri undangan Pemkab Pamekasan yang dipertemukan dengan para tokoh agama, masyarakat dan pihak kepolisian Pamekasan dalam rangka serap aspirasi yang melahirkan kesepakatan bersama untuk segera membuat Peraturan Bupati (Perbub) tentang pentas seni kedepannya. Namun, tambah dia, pengawalan tersebut akan tetap dilakukannya sampai kesejahteraan terhadap para seni Se-Pamekasan benar-benar terpenuhi.

“Kami akan tetap mengkawal Pemkab Pamekasan dalam memberikan kebijakan untuk keleluasaan kami, supaya tidak ada lagi yang namanya pencegalan terhadap musik modern ini. Karena kami merasa dirugikan atas tindakan pencegalan itu,” tegasnya.

Baca Juga:  1000 Obor Semarakkan HSN 2019 Di Kecamatan Ganding

Selain itu, kata Indra, musik modern yang ada di Kabupaten Pamekasan sangatlah berpotensi, sehingga masyarakat perlu untuk mengetahuinya, supaya tidak hanya musik tradisional saja yang dinilai berpotensi.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa kesenian, terutama musik, tidak hanya musik tradisional saja yang perlu dikembangkan, akan tetapi, musik modern perlu untuk dikembangkan, karena potensi musik modern ini besar,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Kemudian, dia sangat menyayangkan sikap apatisme pemerintah terhadap para seni yang ada di Pamekasan. Karena, dia menilai mendatangkan konser Sabyan atas dasar peduli Palestina merupakan bentuk ketidakadilan kepada kami , sedangkan kalau kami punya acara masih dipersulit bahkan tidak iziinkan  tutur Indra menambahkan

“Apalagi informasinya yang kami terima, bahwa Pemkab Pamekasan akan menggelar konser yang dihadiri oleh musik luar (Konser Sabyan), ini kan lucu. Padahal, para seni yang ada di Bumi Gerbang Salam juga bisa melakukannya, kenapa harus mendatangkan dari luar,” Imbuhnya dengan penuh kesal dan tanda tanya.

Reporter: Jadid
Editor: Halili

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.