jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Rehab Ruang Kelas Dan Pembuatan Jamban Siswa SD Di Kokop Habiskan Anggaran Rp 700 Juta lebih

Kamis, 15 Oktober 2020 | 11:37 am
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 154

BANGKALAN – Pembangunan dan pelaksanaan rehab ruang kelas serta pembuatan 1 jamban untuk siswa di Wilayah Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur menghabiskan biaya Rp. 700 juta lebih yang diambilkan dari APBD Bangkalan tahun 2020.

Diketahui, anggaran sebesar itu hanya untuk pembangunan rumah dinas, rehab empat ruang kelas yang ada di dua lembaga pendidikan di Kecamatan Kokop serta pembuatan 1 jamban (toilet) untuk siswa.

Kordinator wilayah (korwil) UPTD Pendidikan Kecamatan Kokop membenarkan program kegiatan tersebut, bahkan menurutnya, pelaksanaan proyek tersebut sudah hampir 100 persen selesai.

“Alhamdulillah sampai saat ini sudah hampir selesai pembangunannya,” Ucapnya Adi Purnomo, SE, saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu (14/10/2020)

Baca Juga:  Polres Bangkalan Berlakukan Buka Tutup Jalan Soekarno Hatta, Pengguna Jalan Mengeluh: Urgensinya Apa.?

Menurutnya, proyek tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Bangkalan tahun anggaran 2020 yang meliputi pembangunan rumah dinas guru SDN Dupok 2, Rehabilitasi ruang kelas SDN Dupok 1, Rehabilitasi ruang kelas SDN Dupok 3, dan Pembangunan jamban (toilet) untuk siswa SDN Tlokoh 3.

“Untuk pembangunan jamban siswa hanya 1 jamban tanpa sanitasi dengan anggaran Rp. 103.680.000,” tambahnya

 

Sedangkan untuk anggaran pembangunan rumah dinas guru sebesar Rp. 156.900.000, Rehabilitasi dua ruang kelas SDN Dupok 1 sebesar Rp. 220.800.000, dan Rehabilitasi dua ruang kelas SDN Dupok 3 sebesar Rp. 216.000.000.

Baca Juga:  Jelang Tradisi 'TORON' Masyarakat Madura, Wagub Beserta Wakapolda Jatim Tinjau Kesiapan Pos PAM Suramadu

Pegiat pendidikan Jawa Timur, Rusman Hadi menghimbau kepada semua elemen masyarakat untuk selalu ikut dalam mengawasi kegiatan di dunia pendidikan, baik dalam proses belajar mengajar maupun kegiatan infra struktur di lembaga pendidikan.

“Selama ini masyarakat kita kurang aktif dalam melakukan pengawasan, lebih-lebih urusan pembangunan yang selalu rawat penyimpangan,” imbuh mantan aktifis ini.

Iapun berharap, masyarakat tidak takut untuk mengkritisi bahkan melaporkan kepihak yang berwajib kalau diketahui ada penyimpangan, sehingga pendidikan di Jawa Timur betul-betul kridebel.

Reporter: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.