jurnalmadura.com
NEWS TICKER

22,4 M Buat Guru Ngaji Dan Madin Selama Pandemi Covid-19, Disdik: Tidak Ada Perubahan Anggaran, Cuman Merubah Nama

Kamis, 16 April 2020 | 7:03 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 285
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BANGKALAN – Baru-baru ini, masyarakat dikejutkan dengan anggaran percepatan penanganan Covid-19 Bangkalan yang begitu fantastis yang dikucurkan ke Dinas Pendidikan Bangkalan, hal ini diketahui saat Bupati Bangkalan sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 melaksanakan sosialisasi angaran penanganan Covid-19 Di Aula Diponegoro Pemkab Bangkalan, Rabu (15/4/2020).

Dalam sosialisasi itu disampaikan bahwa dari anggaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan sebesar 65,2 Milliar hasil refocusing dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD), akan disalurkan kepada Guru Ngaji dan Guru Madrasah Diniyah (Madin) se Kabupaten Bangkalan sebesar 22,4 Milliar dengan jumlah Guru Ngaji dan Guru Madin 9.342 orang dengan nama bantuan jaring pengaman sosial.

“Setiap guru ngaji dan Guru Madin akan mendapat bantuan Rp. 200 ribu perbulan selama Covid-19,” ucap Bambang Mustika Ka-Disdik Bangkalan saat memberikan sambutan di acara sosialisi tersebut.

Hal ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya, bahkan Ketua Badan Peneliti Independen (BPI) Kabupaten Bangkalan, Eko Andriyoko menyesalkan anggaran Covid-19, Disdik mendapat paling banyak ketimbang RSUD Syamrabu Bangkalan ataupun Dinkes Bangkalan yang kerjanya nyata.

Baca Juga:  PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia Resmi Menjadi Kawasan Industri Tangguh Semeru Covid-19

“Ini ada apa, kok Bupati sepertinya menspesialkan Dinas Pendidikan,” katanya, Kamis (16/4/2020).

Setelah dikonfermasi lebih lanjut, Bambang Mustika, Kepala Disdik Bangkalan menjelaskan bahwa, sebetulnya bantuan dengan nama jaring pengaman sosial itu sebelum adanya pandemi Covid-19 bernama bantuan intensif Guru Ngaji dan Guru Madin.

“Jadi sebetulnya ini anggaran intensif Guru Ngaji dan Guru Madin, hanya merubah nama aja, dari bantuan intensif menjadi bantuan jaring pengaman sosial,” terang Bambang, Kamis (16/4/2020)

Dijelaskan Bambang, bahwa bantuan jaring pengaman sosial sebesar 22,4 M ini dihitung selama setahun, dengan perincian 200 ribu setiap orang dengan pencairan setiap bulan.

“Kalau pandemi Covid-19 ini sudah berlalu, ya otomatis berubah lagi namanya ke bantuan intensif,” katanya menutup

Reporter: Mahallil

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.