jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Gasper Minta Perketat Akses Masuk Pulau Madura

Sabtu, 28 Maret 2020 | 10:09 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 440
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PAMEKASAN – Banyaknya warga Madura yang mudik di tengah merebahnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus corona, membuat beberapa pihak angkat bicara, di antaranya ialah Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan Lil ‘Alamin (Gasper).

Saat ditemui di kediamannya, Kompleks Perumahan Samatan Asri, Proppo, Pamekasan, Sabtu (28/03/2020), juru bicara Gasper, Abd. Ghani atau yang akrab disapa Gus Aab, meminta kepada pemerintah supaya memperketat akses masuk menuju Pulau Madura. Pemerintah, menurut Gus Aab, bisa melakukan screening kepada setiap orang yang hendak masuk Pulau Madura.

“Beberapa waktu lalu kita sudah membahas tentang hal ini (pandemi Covid-19. Red.) dengan teman-teman Gasper. Kita sepakat jika akses masuk ke Pulau Madura tidak perlu ditutup, tapi cukup diperketat saja. Misalnya, melalui sterilisasi akses masuk ke Madura. Artinya, setiap orang yang mau masuk ke Madura harus melalui screening, misalnya dengan cara memindai suhu tubuh melalui thermal scanner,” jelas alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo tersebut.

Baca Juga:  Depresi Karena Suami Beristri 4, Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sungai Kalianget

Gus Aab menjelaskan, sterilisasi dan pemindaian suhu tubuh bisa dilakukan di beberapa akses masuk Pulau Madura, seperti: Jembatan Suramadu, Pelabuhan Branta, Pelabuhan Kamal, Pelabuhan Kalianget, Bandara Trunojoyo di Sumenep, dan tempat-tempat lain yang menjadi akses masuk ke Pulau Madura.

Yang tidak kalah penting, lanjut Gus Aab, peran tokoh-tokoh agama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, tokoh-tokoh agama juga mesti berperan aktif mencegah penyebaran virus corona. Pasalnya, tokoh agama memiliki tempat yang sangat spesial bagi masyarakat Madura.

“Masyarakat Madura ini dikenal religius. Jadi, para tokoh agama seperti ulama, ustaz, kiai, guru ngaji dan lainnya, harus terlibat dalam mengantisipasi penyebaran corona. Misalnya, yang menjadi pimpinan majelis taklim, bisa mengampanyekan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Red.) kepada jemaahnya, mengimbau agar jemaahnya tidak keluar rumah kalau tidak ada kepentingan mendesak, kampanye cara cuci tangan yang baik dan benar atau yang lainnya,” pungkasnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.