jurnalmadura.com
NEWS TICKER

RSUD Moh. Anwar Sumenep Pastikan Tidak Ada Pasien Yang Positif Covid-19

Rabu, 18 Maret 2020 | 1:48 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 250
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Beredar kabar melalui Sosial Media (Sosmed) tepatnya di grup WhatsApp, tentang dugaan salah satu warga Sumenep yang terdeteksi terjangkit Virus Corona atau Covid-19,

Menyikapi hal itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Anwar, memastikan bahwa, tidak ada warga kota keris ini yang positif Covid-19. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang, dengan adanya kabar tersebut. Sebab, informasi yang dimaksud tidak ada yang bisa mempertanggungjawabkan.

Ketua Tim Kewaspadaan Covid-19 RSUD Sumenep, dr. Andre Dwi Wahyudi mengatakan bahwa, dari beberapa pasien yang telah diperiksa, semuanya negatif corona.

“Satu pasien dalam pemantauan karena kekurangan cairan, statusnya dia dari luar negeri, hanya dilakukan rawat jalan. Kedua, juga dari luar negeri yang memang punya riwayat penyakit. Kemudian yang ketiga, status pasien biasa, yang dirujuk ke Surabaya karena gejala penyakit radang paru-paru, tapi bukan Covid-19,” terangnya, di aula RSUD setempat, Selasa (18/03/2020).

Baca Juga:  Soal Dugaan Pasien Berstatus PDP, Begini Ungkapan Direktur RSUD Pamekasan

Dia menjelaskan, ada lima kategori dalam kewaspadaan Covid-19. Pertama, orang sehat beresiko, sehingga diperlukan pemeriksaan. Kedua, Pasien Dalam Pemantauan (PDP), yakni orang yang sedang batuk, pilek, dan demam. Penderita ini masih bisa rawat jalan.

Sedangkan, Kategori ketiga, pasien dalam pengawasan, pasien yang dilengkapi hasil rontgen dan harus dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk pemerintah khusus Covid-19.

“Keempat, sakit tapi bukan Covid-19. Seperti pasien kita yang dirujuk ke Surabaya tadi malam. Terakhir terkonfirmasi, pasien yang masuk katagori terakhir inilah yang kemudian disebut positif Covid-19,” bebernya.

Maka dari itu, sambung dr. Andre, untuk masyarakat yang berada di daerah ujung timur pulau madura ini diminta untuk tidak panik, dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap virus yang lahir dari kota Wuhan China tersebut.

“Masayarakat tak perlu panik, tapi, kewaspadaan diperlukan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengantisipasi Covid-19 ini,” tandasnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.