jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Kualitas Buruk, Warga Sumenep Kembalikan Bantuan Beras BPNT

Minggu, 29 Desember 2019 | 10:10 am
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 282

SUMENEP – Bantuan yang di salurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kepada Keluarga Penerima Mamfaat (KPM), Melalui Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dikeluhkan warga

Pasalnya, bantuan beras yang diberikan di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kaliaget, Kabupaten Sumenep, berkualitas sangat buruk alias tidak sesuai dengan kualitas yang telah dutentukan, yakni midium

Bahkan, dari hasil infornasi yang dihimpun, sejumlah warga telah mengembalikan beras tersebut karena dianggap tidak layak konsumsi dan tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, beras yang didistribusikan pada Kamis (26/12) Kemarin, dari program BPNT melalui Bulog tersebut bau apek, berkapang, warna kekuningan.

“Iya dikembalikan. Masak kita mau makan beras begituan. Ada ulatnya, ada kapangnya, apek, pokoknya tak layak lah,” ungkap Sholeh warga Pinggirpapa, Kalianget, saat ditemui media ini, Minggu (29/12/2019).

Sholeh selaku penerima manfaat merasa keberatan dan kecewa. Sebab, dengan uang 110 ribu masyarakat diberi beras dengan kualitas jelek.

“Beras yang dikasih ke masyarakat jelek, harganya 32.500 per gantang, harusnya putih kalau harga segitu, Saya minta yang layak dikonsumsi seperti yang dimakan setiap harinya. Saya khawatir berasnya berpenyakit kalau tidak dikembalikan,” paparnya sembari berharap.

Baca Juga:  Pemotongan Tumpeng, Tandai Peresmian Komisariat Permanen PMII STKIP PGRI Sumenep

Disamping itu, salahsatu anggota BPD Edi Susanto, mengakui akan hal itu. Bahkan, setelah ada keluhan dari warganya, dia langsung kroscek ke tempat pendistribusian dan ke sejumlah rumah warga.

“Setelah saya turun ke masyarakat ternyata memang benar bahwa beras tersebut memang kurang layak, sesuai dengan apa yang disampaikan masyarakat,” ungkap yang akrab dipanggil Edi, itu

Lebih lanjut, Edi, memaparkan Bahwa, pihaknya khawatir, kalau beras ini tetap saja seperti halnya beras Bulog kemarin, masyarakat tidak akan mengkonsumsi dan akan dijual lagi.

“Faktanya memang seperti itu, ada sebagian masyarakat yang berinisiatif menjual lagi karena memang tidak layak. Jadi mereka beli dengan harga segitu, kemudian dijual lagi dengan harga separuh,” paparnya.

Maka dari itu, dia berharap kepada pemerintah, kedepannya kualitas betul-betul dijaga agar masyarakat bisa juga menikmati beras yang layak konsumsi.

“Kami harapkan pemerintah betul-betul memperhatikan apa yang menjadi kepentingan masyarakat, karena bagaimanapun masyarakat juga berhak untuk menikmati beras yang pada umumnya mereka konsumsi setiap hari,” pungkasnya.

Sementara iti, sampai berita ini dimuat, media ini pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep belum bisa dimintai ketwrangan.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.