jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Darurat Sampah di Saluran Sungai, PU-SDA Sumenep Terjunkan 25 petugas Kebersihan Perhari

Rabu, 15 Januari 2020 | 10:51 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 349
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Sampah bertumpukan di saluran sungai, tepatnya di Kali Maringan, yang berlokasi di Desa Maringan Kecamatan kota Kabupaten sumemep, saat ini tercatat penyuplai sampah terbanyak dari pada saluran sungai yang lain.

Pasalnya, untuk mengurangi tumpukan sampah di saluran sungai dan air Dinas PU-SDA setiap hari, dari jam 7 pagi Sampai jam 11siang menugaskan sebanyak 20 sampai 25 petugas kebersihan

“Mulai dari kali marengan, sepanjang jalan Raung Desa Pabian, saluran parit gendong di sebelah utara kali Marengan, saluran drainase Lingkar Timur, dan di Terminal Aryawiraraja,” ungkap Noer Lisal Anbiyah Kabid Waduk, Sungai dan Pantai, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Sumenep, Rabu (15/01/2020)

Sebenarnya urusan sampah, Sambung Noer Lisal, Secara tugas dan fungsingnya merupakan tugas dan wewenang Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Akan tetapi karena hal ini menyangkut persoalan saluran sungai maka pihak PU-SDA juga ikut menanganinya.

“Maka kami juga ikut andil untuk membuang sampah tersebut ke TPA di Kecamatan Batuan,” katanya pada media ini saat ditemui dikantornya.

Baca Juga:  Warga Mengeluh, Puskesmas Di Kepulauan Kangean Sumenep Kehabisan Oksigen

Lebih lanjut Dia menerangkan, bahwa untuk kali maringan sendiri dalam sehari sudah ditambah 4 saluran air, tapi tetap saja sampah di Kali tersebut menumpuk bahkan mencapai 2 sampai 3 odong-odong

“Padahal sebelum itu sudah dibersihkan oleh petugas yang dari DLH, belum lagi ditambah dengan kali patrean dan kali anjuk, walaupun itu lebih kepada debit kiriman air sewaktu hujan deras, tapi tidak menutup kemungkinan sampah juga ikut di dalamnya,” paparnya.

Disamping itu, Kepala Dinas PU-SDA, Chainyur Rasyid berharap adanya kerjasama yang baik antara pihak-pihak terkait yang ada di Sumenep, sehingga persoalan sampah bisa cepat teratasi

“Jadi itu perlu penanganan khusus sebenarnya, karena treatment-nya juga susah. Bisa kerjasama dengan DLH, Dinas Cipta Karya, dan Satpol-PP selaku penegak Perda, begitu juga masyarakat jangan membuang sampah sembarangan,” harapnya

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.