jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Bupati Sebut 690 Orang Di Sumenep Berisiko Terjangkit Virus Corona

Selasa, 24 Maret 2020 | 8:03 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 316
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep gelar jumpa pers dalam rangkan meningkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan untuk menangkal penyebaran virus corona atau Covid-19, Selasa (24/03/2020).

Jumpa pers tersebut digelar di Aula Pendopo Sumenep, yang dihadiri oleh, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep, yakni Bupati Sumenep, Pengadilan Negri (PN), Kejaksaan Negri (Kejari), Komandan Kodim (Dandim), 0827, Ketua Dewan Perwakipan Rakyat Daerah (DPRD), Kepolisian Resort (Polres) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Suemnep.

Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim, mengungkapkan bahwa, saat ini pertanggal (24/03/2020) ada sekitar 690 orang di Sumenep yang berstatus Orang Dalam Resiko (ODR) dam 12 orang Orang Dalam Pemantauan (ODP), sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Positif Covid-19 tidak ada.

“Namun jumlah itu harus dipahami, bahwa ODR tersebut tidak bisa dipastikan terjangkit virus, namun kita hanya mengantongi data orang yang sudah masuk ke Sumenep sehabis bepergian ke luar Sumenep, semisal Jakarta dan lain-lain,” ungkapnya di depan awak media.

Baca Juga:  AMPD Tuding Adanya Dugaan Korupsi Pada Pendistribusian Bantuan Kandang Ayam Di desa Bangkes Kecamatan Kadur Tahun 2018

Dia menjelaskan bahwa, pemerintah Sumenep akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik, jika memang benar ada yang terjangkit.

“Namun Saya harap semoga untuk daerah Sumenep tidak ada yang terjangkin atau positif Corona” kata Bupati Sumenep dua periode itu,

Busyro menambahkan, untuk memberikan pelayanan mengenai penanganan dan pencegahan Virus Corona di Sumenep, dia mengatakadi setiap Kecamatan sudah diberikan bantuan fasilitas seperti alat penyemprot Disinfektan dan alat-alat lainnya

“Kami sudah lakukan sosialisasi terkait mewabahnya Virus Corona hingga ke pelosok-pelosok, baik ke tokoh-tokoh agama, hingga ke beberapa pesantren yang ada di Sumenep,” paparnya.

Dia berharap pada semua pihak, supaya memberikan pemahaman pada masyarakat prihal bahaya covid-19, sebab, kata Busyro, di negara-negara lain angka kematian yang disebabkan virus tersebut cukup banyak,

“Saya tidak ingin terjadi di bangsa Indonesia jadi saya minta bantuan masyarakat Sumenep, untuk turut serta dalam memberikan pemahaman terkait hal ini,” tandasnya.

Reporter: Masyhuri
Editor: Mahallil

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.