jurnalmadura.com
NEWS TICKER

Angka Penderita Kusta Di Bangkalan Cukup Tinggi

Kamis, 13 Februari 2020 | 6:44 pm
Reporter : jurnalmadura
Dibaca: 240
google.com, pub-2033676592392824, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BANGKALAN – Jumlah penderita kusta di Kabupaten Bangkalan cukup mencengangkan. Pasalnya lebih dari 200 warga Bangkalan menderita penyakit kusta yang tersebar diberbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan, padahal penyakit menular ini ternyata cukup sulit untuk ditularkan kepada orang lain jika tidak hidup berdampingan selama lebih dari dua tahun.

Maryamah, kepala bidang (kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan mengungkapkan, bahwa kusta merupakan penyakit menular yang sulit ditularkan namun sangat memprihatinkan.

“Bangkalan adalah kabupaten yang cukup banyak yang menderita kusta padahal penularannya cukup sulit dan tidak gampang ditularkan, seseorang bisa terkena kusta jika tinggal berdampingan selama lebih dari dua tahun baru bisa terkena, kalau hanya bertemu dan menyentuh tangan tidak akan tertular” jelasnya. Kamis (13/02/2020)

Maryamah juga menjelaskan, penyebab kusta dikarenakan lingkungan tempat tinggal yang kurang bersih serta masyarakat Bangkalan masih sangat menyepelekan atau menganggap remeh.

Baca Juga:  Kasus BUMD Dihentikan Setelah Masuk Tahap Penyidikan, Begini Kata Direktur BUMD Bangkalan

“Kebanyakan yang terkena kusta biasanya masyarakat yang lingkungannya kurang layak atau bersih, mungkin juga karena faktor ekonomi, selain itu juga masyarakat bangkalan terlalu meremehkan padahal dampaknya sangat besar karena kusta tidak hanya menyerang kulit luar tapi juga saraf dan sebagian dari mereka masih tidak tau bedanya antara kusta dengan penyakit kulit biasa seperti panu, gatal-gatal dan lain sebagainya” terang maryamah.

Beberapa kecamatan yang warganya mengalami kusta tertinggi yaitu Kecamatan Galis, Kecamatan Tanjung bumi, Kokop, Modung dan Blega. Maryamah berhadap pada penderita untuk cepat mengambil tindakan dan datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pengobatan.

“Bagi penderitanya kita sudah sarankan kerumah sakit atau puskesmas terdekat nanti kita beri obat gratis jangan sampai terlambat” tutupnya.

Reporter: Fara
Editor: Mahallil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

VelocityDeveloper.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.