Headlines News :
Home » , , , , , » SEKITAR 300 GURU TERIMA DANA TERPENCIL

SEKITAR 300 GURU TERIMA DANA TERPENCIL

Written By rizal fadjrin on Senin, 22 April 2013 | 00.26

Pamekasan, Pendidikan- Sekitar 300 orang guru di enam kecamatan kabupaten pamekasan menerima dana tunjangan terpencil, dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan dalam DIPA dikonsentrasi pada dinas pandidikan provinsi diseluruh Indonesia.Adapun kriteria guru penerima dana tunjangan terpencil yaitu : (a). Guru yang ditugaskan pada satuan pendidikan di daerah khusus oleh pemerihntah atau pemerintah daerah (b). Guru yang bertugas pada satuan pendidikan di daerah khusus yang dislenggarakan oleh masyarakat dan yang mendapatkan persetujuan dalam bentuk keputusan dari pemerintah daerah (c). Guru peneriman tunjangan khusus sesuai dengan data penerima tunjangan khusus 2011 yang masih memenuhi kriteria yang ditetapkan (d). Guru calon penerima tunjangan khusus yang memenuhi kriteria yang ditetapkan dan diusulkan oleh kabupaten/kota untuk menggantikan guru yang tidak memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada poin a. (e). Guru yang bertugas di sekolah Indonesia di luar negeri (6). Menuhi beban kerja guru 24 jam tatap muka per minggu atau yang diekuivalensikan dengan 24 jam tatap muka yang dibuktikan dengan SK/Surat Penugasan dari kepala sekolah dan disahkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota (f). Memiliki Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) (g). Memiliki nomor rekening tabungan bank sebagai penampungan pembayaran tunjangan khusus (h).Penugasan guru di daerah khusus sebagaimana dimaksud pada poin a dan b didasarkan pada analisis kebutuhan guru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Besaran anggaran dana yang diterima oleh guru yang bertugas didaerah katagori terpencil adalah satu kali gaji pokok, dan dikenakan pajak penghasilan (pph) sesuai ketentuan yang berlaku. Dana tersebut langsung masuk pada rekening penerima yang bersangkutan, diharapkan sekali bagi guru yang menerima tunjangan tersebut mampu meng optimalkan kinerjanya serta dapat mengangkat mutu pendidikan didaerah. Ach Nawawi kabid ketenagaan pada dinas pendidikan pamekasan saat ditemui diruangnya mengatakan, “ sekitar 300 orang guru yang bertugas didaerah khusus menerima tunjangan yang bersumber dari dana APBN, tunjangan tersebut langsung ke rekening masing masing dan dipastikan tidak ada pemotongan, terkecuali pajak penghasilan yang memang kewajibannya sebagai aturan dan ketentuan yang berlaku, saya berharap sekali dengan adanya perhatian khusus dari pemerintah terhadap beberapa guru kriteria tersebut mereka benar benar mampu bekerja sesuai standard kriteria terpencil, misalkan memberikan pelajaran tambahan kalau perlu bermalam disekolahnya, jika tidak bisa misalkan dengan datang lebih awal dan pulang lebih lama untuk memberikan pelajaran tambahan tersebut, karena memang pada dasarnya tunjangan terpencil tersebut diberikan kepada guru yang bertugas didaerah khusus dimana akses pendidikan didaerah tersebut sangat sulit untuk diraih,”pungkasnya. Dinas pendidikan kabupaten pamekasan akan melakukan monitoring bagi guru guru yang bertugas didaerah khusus tertuma bagi penerima tunjangan dana terpencil, karena dikhatirkan sekali bagi guru penerima tunjangan tersebut tidak bekerja sesuai standard ketentuan terpencil.” Kami akan melakukan monitoring keskolah sekolah khusus terutamanya bagi penerima tunjangan tersebut, karena hanya hitungan persen kecil guru yang menerima dana tersebut bekerja sesuai dengan standard terpencil, misalkan nanti kami mendapati ada guru penerima tunjangan terpencil tidak maksimal maka kami tidak akan segan segan untuk memberikan sangsi bahkan mencabaut tunjanganya dan tidak akan kami ajukan untuk tahun tahun berikutnya.”terang ACH Nawawi.(septian)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Fakta Metropolis | Seputar Jatim.com
Copyright © 2011. JURNAL MADURA - All Rights Reserved
Template Created by CV. Jaya Nana | Creating Website Published by CV. Jaya Nana
Proudly powered by CV. Jaya Nana